Siapkan-Dana-Pendidikan-Anak-Teks-Pada-4-Investasi-Cuan-Ini

Siapkan Dana Pendidikan Anak, Teks Pada 4 Investasi Cuan Ini

Pendidikan

Tidak ada negara besar tanpa orang-orang hebat. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, kita harus berinvestasi pada sumber daya manusia. ”Itulah yang pernah dikatakan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Investasi sumber daya manusia yang dimaksud adalah di bidang pendidikan.

Jika negara hanya menghabiskan triliunan rupiah untuk pendidikan, apalagi orang tua. Semua orang tua ingin anaknya bersekolah. Bank pendidikan rasa hingga perguruan tinggi.

Padahal, tentunya jika ingin anak SMA juga membutuhkan dana pendidikan yang besar.

Orang tua perlu mempersiapkan tunjangan pendidikan ini jauh-jauh hari agar tidak perlu khawatir bepergian saat anak-anaknya mulai sekolah atau kuliah.

Penyusunan dana pendidikan bagi anak dilakukan tidak hanya melalui tabungan, seperti B. Menghemat waktu. Tingkat suku bunga rendah dan tidak dapat mengikuti inflasi dan kenaikan biaya pendidikan tahunan.

Baca Juga: Liku-liku Trading Forex Dan Cara Kerjanya

Anda membutuhkan cara yang lebih agresif dalam menggalang dana pendidikan.

Salah satunya melalui investasi. Pengembaliannya lebih tinggi dari tabungan.

Instrumen investasi yang tepat untuk menyiapkan dana pendidikan anak menurut Cermati.com:

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

  1. Kepemilikan

Salah satu wahana investasi yang bisa Anda gunakan untuk mencoba menggalang dana untuk pendidikan adalah properti. Membeli rumah, toko, sebidang tanah atau apartemen.

Memang, sekarang adalah era suku bunga rendah. Namun, harga real estat selalu memiliki opsi untuk naik 10-15 persen per tahun setiap tahun. Bahkan bisa mencapai 20 persen setahun.

Hampir sama tinggi, bahkan lebih tinggi dari kenaikan biaya pendidikan yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata 10 persen per tahun.

Katakanlah Anda membeli rumah seharga Rp 250 juta tahun ini. Jadi potensi kenaikan harga rumah pada tahun depan berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Bayangkan dalam 5 atau 10 tahun harga jual properti akan meningkat berkali-kali lipat.

Apalagi jika area rumah Anda dikelilingi oleh pembangunan jalan raya, jalan tol, bandara, stasiun kereta api, harganya pasti akan lebih mahal.

Selain kekayaan masa depan, investasi real estat juga dapat menghasilkan uang setiap bulan atau setiap tahun. Jadikan itu sebagai aset aktif dengan menyewakannya.

Misalnya, jika rumah Anda disewa dengan harga 1 juta rupee per bulan, Anda akan memiliki penghasilan tetap sebesar 12 juta rupee setiap tahun. Senang ganda kan?

Tentunya selain sangat menjanjikan, Anda juga harus menyiapkan modal yang banyak agar bisa membeli properti. Anda bisa menyiasatinya dengan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Uang dari sewa dapat digunakan untuk membayar pembayaran hipotek.

LIHAT JUGA :

https://paskot.id/
https://politeknikimigrasi.ac.id/
https://stikessarimulia.ac.id/
https://unimedia.ac.id/
https://www.hindsband.com/
https://savepapajohns.com/
https://mudikbumn.co.id/