5 Profesi IT yang Paling Dicari di Indonesia sampai 2025!

Teknologi

Jika Anda tertarik dengan dunia IT, sekarang adalah saat yang tepat untuk membangun karir di bidang tersebut. Dikutip dari Techno.okezone.com, riset dari Amazon Web Services menyebutkan Indonesia akan membutuhkan 110 juta pekerja digital pada 2025. Namun, kuota ini baru terpenuhi 19 persen. Ini memberi Anda kuota 81 persen yang bisa Anda isi selama lima tahun ke depan.

Berkaitan dengan fenomena tersebut, kami juga telah memilih 5 profesi IT

paling dicari di Indonesia pada tahun 2025. Tidak hanya perusahaan yang diburu, profesi ini juga menawarkan gaji yang menjanjikan. Soal gaji, siapa yang bisa menolak?

(5) Perancang UI / UX

Di era digitalisasi, perusahaan bersaing untuk mendapatkan hati pelanggannya. Karena medan persaingan ini adalah platform online, para pelaku bisnis perlu mencari bahan yang tepat agar konsumen dapat berbelanja dengan nyaman dan disinilah dibutuhkan desainer UI/UX. Profesi ini akan membantu pengembang membuat platform yang ramah pengguna.

Jika konsumen nyaman, mereka pasti akan rajin berbelanja di platform Anda

. Selain itu, mereka menemukan produk atau layanan yang mereka cari jauh lebih mudah. Dengan posisi penting tersebut, profesi desainer UI/UX terus diminati oleh perusahaan.

(4) pengembang game

Game menjadi salah satu hiburan untuk menghilangkan kebosanan saat menghabiskan waktu di rumah di masa pandemi COVID-19. Tak ayal, perusahaan pengembang game kebanjiran uang selama pandemi, terutama developer game mobile. Sebagai catatan, pengguna smartphone di Indonesia mencapai 100 juta pengguna, menjadikan mereka sasaran empuk bagi para pengembang game.

Peluang apa yang kemudian bisa kita lihat dari kondisi ini? Semakin banyak pengguna smartphone, semakin banyak orang yang bisa mereka ubah menjadi konsumen. Peningkatan pengguna ini membuat pengembangan game menjadi lebih dinamis. Untuk memenuhi harapan pengguna, perusahaan membutuhkan pengembang game berbakat yang mengetahui tren!

(3) pengembang perangkat lunak

Jika kedua profesi di atas masih terdengar kurang umum di telinga

, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan profesi software developer, bukan? Ya, pengembang perangkat lunak adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk membuat dan mengembangkan perangkat lunak di komputer.

Meningkatnya kebutuhan pengembang perangkat lunak dinilai sangat rasional. Lihatlah sekeliling sekarang. Berapa banyak orang yang menggunakan laptop atau gadget? Seiring bertambahnya jumlah pengguna, pengembang perangkat lunak juga semakin sering dibutuhkan. Dengan bantuan pengembang perangkat lunak, proses digitalisasi dapat berjalan dengan lancar.

(2) Insinyur keamanan siber

Profesi IT bergaji selangit lainnya yang bisa Anda bidik adalah cyber security engineer. Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, kejahatan dunia maya terus meningkat. Kejahatan dunia maya di Indonesia meningkat empat kali lipat selama pandemi COVID-19, menurut laporan Tekno.kompas.com.

Oleh karena itu, para insinyur keamanan siber dibutuhkan oleh instansi pemerintah atau perusahaan untuk mencegah data perusahaan di server bocor atau dicuri. Saat WFH diterapkan, semua data disimpan di cloud sehingga karyawan dapat mengaksesnya di mana saja.

Tanpa diawasi oleh para insinyur keamanan siber, data perusahaan ini dapat dicuri dan disalahgunakan oleh pihak ketiga. Lalu berapa gaji seorang cyber security engineer? Menurut data di Amerika, gaji dari profesi ini bisa mencapai $120,000 setahun!

(1) arsitek awan

Komputasi awan adalah salah satu teknologi terpenting dalam transformasi digital. Indonesia yang baru saja memulai transformasi digitalnya sangat membutuhkan karyawan digital yang ahli di bidang cloud. Maka tak heran jika profesi cloud Architect begitu populer di kalangan perekrut.

Apa pekerjaan seorang arsitek awan? Arsitek awan memiliki tugas menerjemahkan persyaratan teknis proyek ke dalam bentuk yang kreatif dan arsitektural. Nantinya, hasil desain dan arsitektur ini akan digunakan sebagai pedoman pengerjaan proyek hingga selesai. Jika melihat pasar kerja untuk profesi ini, rasanya bukan pekerjaan yang sulit.

Jangan salah, untuk mengisi posisi ini, Anda harus memiliki empat keahlian, yaitu penguasaan bahasa pemrograman, jaringan, keamanan dan sistem operasi. Dalam kondisi sulit ini, tidak mengherankan jika seorang arsitek cloud di Amerika memperoleh gaji $128.418 setahun (sekitar 1,8 miliar rupee) atau 150 juta rupee sebulan. Jumlah ini tentu berbeda dengan di Indonesia.

Jika Anda belum melakukannya

Lihat Juga :

https://mozillalinks.org/
https://jurubicara.id/
https://memphisthemusical.com/
https://minglebox.com/
https://dolanyok.com/
https://4winmobile.com/